Blog

Berita & Artikel seputar  Pusdikarhanud

BINTAL IDEOLOGI DAN KEJUANGAN TW IV TA 2020

by | 24/11/2020 | Uncategorized

Wakil Komandan Pusdikarhanud Kolonel Arh Dodo Irmanto, S.I.P., M.Si mewakili Danpusdikarhanud memimpin acara Bintal Ideologi dan Kejuangan TW IV TA 2020 bertempat di aula AH.Nasution Pusdikarhanud. ( 24/11/2020).

Acara Bintal Ideologi dan Kejuangan tersebut diikuti oleh Organik Militer, Pns dan Persit Pusdikarhanud dan Dohar Sista Arhanud. Pemberi materi Bintal Ideologi dan Kejuangan yaitu Letkol Arh Dwi Warna dari Pussenarhanud Kodiklatad dengan mengambil tema yaitu ““Persiapan Berjuang Pasca Purna Tugas”.

Dalam amanatnya Danpusdikarhanud Brigjen TNI Elman Nawendro, M.Sc. yang dibacakan Wadan Pusdikarhanud menyampaikan bahwa Ahli menyatakan Purna Tugas bukan berarti kita harus berhenti dengan kegiatan, kesibukan, berkarya dan sosialisasi. Indek manusia Jepang lebih panjang umurnya dibandingkan dengan manusia negara lain, hal tersebut antara lain karena orang tua di Jepang tetap terus beraktifitas meskipun sudah masuk pada usia tua dan pensiun. Mereka disiplin dalam mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, lingkungan juga mendukung agar para orang tua di Jepang tetap melakuakan aktifitas bersama dengan kaum muda, para kaum muda menghormati dan menghargai para kaum yang sudah tua.

Kegiatan Bintal Ideologi dan Kejuangan ini dilaksanakan dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah yaitu dengan menjaga jarak dan menggunakan masker. (Pen Pusdikarhanud)

Brigjen TNI Elman Nawendro, M.Sc.

Brigjen TNI Elman Nawendro, M.Sc.

Komandan Pusdikarhanud

“ Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi ”

Panglima Besar Jend. Soedirman

“ Kamu bukanlah tentara sewaan tetapi prajurit yang berideologi, sanggup berjuang menempuh maut untuk kelahiran Tanah Airmu ”

Panglima Besar Jend. Soedirman

“ Ingat, bahwa prajurit Indonesia bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang menjual tenaganya karena hendak merebut sesuap nasi dan bukan pula prajurit yang mudah dibelokkan haluannya karena tipu dan nafsu kebendaan, tetapi prajurit Indonesia adalah dia yang masuk ke dalam tentara karena keinsafan jiwanya, atas panggilan ibu pertiwi. Dengan setia membaktikan raga dan jiwanya bagi keluhuran bangsa dan negara”

Panglima Besar Jend. Soedirman

“ Pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita, jangan sampai tni dikuasai oleh partai politik manapun juga. Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan parjurit yang mudah dibelokkan haluannya, kita masuk dalam tentara, karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara ”

Panglima Besar Jend. Soedirman

Berita & Artikel terkait