Blog

Berita & Artikel seputar  Pusdikarhanud

TRADISI PENDAKIAN GUNUNG PANDERMAN SISWA DIKCABPA ARHANUD TARUNA Tk. IV TA 2020

by | 03/12/2020 | Uncategorized

Pusdikarhanud menyenggarakan Tradisi Pendakian Gunung Panderman Siswa Dikcabpa Arhanud Taruna Tk. IV TA 2020.

Kegiatan ini merupakan tradisi yang harus dilaksanakan oleh setiap Warga Baru sebelum resmi diterima sebagai warga Korps Arhanud TNI AD.

Gunung Panderman merupakan Puncak tertinggi di wilayah Kota Wisata Batu yang mempunyai ketinggian kurang lebih 2045 MDPL, Tradisi Pendakian Gunung Panderman memiliki makna Filosofis diantaranya adalah :

1. Perjalanan menuju Puncak Panderman mengisyaratkan bahwa, dalam mencapai ketinggian atau puncak prestasi memerlukan upaya dan kerja keras yang harus dilakukan dengan sepenuh hati yang dilandasi tekad dan keyakinan serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan dan hambatan selama menempuh perjalanan.

2. Pada saat akan mendaki, kita dapat melihat bahwa Puncak Panderman adalah puncak yang tertinggi di sisi Barat Pusdikarhanud. Namun demikian setelah sampai di puncak, maka kita akan dapat melihat rangkaian ketinggian Gunung Arjuno yang ternyata lebih tinggi dari Puncak Panderman. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa setelah sampai di puncak, kita tidak boleh bersikap sombong, takabur, dan merasa paling besar atau paling tinggi karena di atas tempat kita berdiri masih ada lagi yang lebih tinggi.

3. Setelah berada di puncak Panderman, maka kita akan dapat melihat pemandangan di bawah secara jelas, rumah hunian penduduk dengan semua fasilitas umum yang tersebar semua dapat kita lihat walaupun secara samar. Hal ini menggambarkan bahwa, semakin tinggi kedudukan yang kita raih maka akan semakin luas dan jauh kemampuan kita melihat ke bawah.


Setelah Kegiatan Tradisi Pendakian Gunung Panderman ini dilanjutkan dengan Tradisi Penerimaan Warga Baru Korps Arhanud bertempat disepanjang Jalan masuk Pusdikarhanud dan dilaksanakan tradisi penyiraman Air Kembang kepada Siswa Dikcabpa Arhanud Taruna Tk. IV TA 2020 oleh seluruh Organik Pusdikarhanud.

Brigjen TNI Elman Nawendro, M.Sc.

Brigjen TNI Elman Nawendro, M.Sc.

Komandan Pusdikarhanud

“ Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi ”

Panglima Besar Jend. Soedirman

“ Kamu bukanlah tentara sewaan tetapi prajurit yang berideologi, sanggup berjuang menempuh maut untuk kelahiran Tanah Airmu ”

Panglima Besar Jend. Soedirman

“ Ingat, bahwa prajurit Indonesia bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang menjual tenaganya karena hendak merebut sesuap nasi dan bukan pula prajurit yang mudah dibelokkan haluannya karena tipu dan nafsu kebendaan, tetapi prajurit Indonesia adalah dia yang masuk ke dalam tentara karena keinsafan jiwanya, atas panggilan ibu pertiwi. Dengan setia membaktikan raga dan jiwanya bagi keluhuran bangsa dan negara”

Panglima Besar Jend. Soedirman

“ Pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita, jangan sampai tni dikuasai oleh partai politik manapun juga. Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan parjurit yang mudah dibelokkan haluannya, kita masuk dalam tentara, karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara ”

Panglima Besar Jend. Soedirman

Berita & Artikel terkait